Berita Internasional

SP PANASONIC GOBEL GELAR PELATIHAN MENULIS

MINGGU, 28 JANUARI 2018 , 18:16:00 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Serikat Pekerja Penjualan dan Servis Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel menyelenggarakan seminar penulisan dengan tema Meningkatkan Motivasi Menulis Aktivis Serikat Pekerja Panasonic Gobel.

Bertempat di Perkantoran Panasonic Gobel, Cawang, Jakarta, pelatihan menghadirkan narasumber Faozan Amar, sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah yang juga dosen FEB Uhamka. Turut hadir Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel Djoko Wahyudi.

"Kita harus mencintai budaya menulis karena saya yakin orang orang yang gemar menulis pasti orang orang pintar," kata Djoko, Minggu (28/1).

Faozan menjelaskan bahwa menulis terdiri dari 1 persen bakat dengan 99 persen kerja keras dan semangat pantang menyerah.

"Buku teori berenang boleh kita baca dan kuasai tapi kalau tidak njebur ke kolam renang maka selamanya tidak pernah berenang," ujarnya.

Dalam acara itu juga diumumkan pemenang lomba menulis cerpen dan artikel tentang dunia pekerja. sekaligus menyerahkan hadiah serta sertifikat penghargaan. Pemenang menulis artikel diraih oleh Yosep dari SPPECGI-FSPPG dan pemenang lomba menulis cerpen diraih Dila dari SPPS-FSPPG.

Pelatihan menulis diikuti lebih dari 40 peserta yang berasal dari pengurus federasi dan serikat pekerja.

Fadly Rahman sebagai ketua panitia menambahkan bahwa tujuan dari seminar dan pelatihan menulis adalah untuk meningkatkan motivasi aktivis serikat pekerja kelompok Panasonic Gobel. [wah]

http://nusantara.rmol.co/read/2018/01/28/324417/SP-Panasonic-Gobel-Gelar-Pelatihan-Menulis-

MUDIK NYAMAN FSPPG

JUM'AT, 23 JUNI 2017 , 19:11:00 WIB

Pemilik Panasonic Gobel, Abdullah Tauhid Gobel, didampingi Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG), Djoko Wahyudi, melepas peserta "Mudik Nyaman" dari Pabrik Panasonic, Cisalak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/6). Kegiatan ini memberi kemudahan bagi sebagian karyawan Panasonic Gobel dan keluarganya yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman. Dalam agenda Mudik Nyaman yang kedua kali ini, FSPPG menyediakan 14 unit bus ke arah Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Palembang. RMOL

ADA DONOR DARAH DAN PENDAFTARAN MUDIK GRATIS DI PERAYAAN MAY DAY

Kabar Ketenagakerjaan

Kompas.com - 02/05/2017, 10:17 WIB

JAKARTA – Slogan may day is a happy day, merayakan May Day dengan kegembiraan benar-benar terlihat di Gedung Olah Raga Pondok Karya Pembangunan (GOR PKP) Ciracas, Jakarta. Senin, 1 Mei 2017. Sejak pukul tujuh pagi, ribuan buruh dan keluarga buruh Panasonic menghadiri acara Festival May Day 2017.

Penggasas acara festival, Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) mengadakan berbagai kegiatan mulai dari donor darah, pendaftaran mudik gratis, bazar elektronik dan sembako, lomba memasak, istana balon,  lomba mewarnai untuk anak, funbike, pentas music, wahan permainan, pemeriksaan kesehatan dan sebagainya.

“Jika ada yang merayakan May Day dengan demo, silakan, tapi sejak beberapa tahun kami punya cara merayakannya dengan Festival May Day,” kata Presiden FSPPG) Djoko Wahyudi di arena festival. “Dengan cara begini, kami merasa serikat pekerja Panasonic makin solid”.

Satu bulan sebelum 1 Mei, FSPPG sudah mengadakan rangkaian acara peringatan Hari Buruh dengan menggelar berbagai kegiatan, diantaranya Porseni FSPPG (volley ball, futsal, tenis meja, bulu tangkis), donor darah, pendaftaran beasiswa, mudik nyaman, lomba mancing, buruh mengaji, memasak, funbike dan games anak.

Pada kesempatan tersebut, acara donor darah berhasil mengumpulkan sekitar 300 kantong darah yang akan diserahkan ke PMI setempat. Sedangkan untuk mudik gratis bagi keluarga buruh Panasonic disediakan sekitar 700 kursi Bus dengan tujuan beberapa kota di Jawa dan Sumatera.

Kadar Azhari, salah satu karyawan Panasonic mengaku sangat terbantu dengan acara festifal may day. “Saya sekeluarga bisa mendapatkan manfaat, mulai dari bazar, wahana bermain dan hiburan lain,” ujarnya.

Bagaimana dengan tuntutan kesejahteraan? Ia mengaku masalah kesejahteraan sudah dibicarakan antara pimpinan serikat dengan manajemen perusahaan. “Nyaris taka da hambatan, karena aspirasi kami kita sampaikan setiap saat,” tambahnya.

FESTIVAL, CARA LAIN MEMPERINGATI MAY DAY

LAPORAN: FERIOLUS NAWALI

RMOL. Tidak selamanya peringatan May Day dalam rangka Hari Buruh Internasional identik dengan unjuk rasa. Apalagi, salah satu dampak negatif demo buruh adalah masih tingginya jumlah pengangguran dan berkurangnya anggota serikat pekerja/buruh.

Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) Djoko Wahyudi menjelaskan, dampak negatif maraknya demo buruh dalam May Day adalah berkurangnya jumlah anggota serikat pekerja hingga 700 ribu orang dalam tiga tahun terakhir.

"Tentu banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan jumlah anggota serikat pekerja. Tapi, salah satunya aksi demo yang pada akhirnya tidak melahirkan kesepakatan," katanya di Jakarta, Rabu (12/4).

Menurutnya, jika dilihat, jumlah anggota serikat pekerja/buruh hanya 2,71 juta atau 5,5 persen dari 49 juta jumlah pekerja formal. Di lain pihak, jumlah pengangguran masih berada di angka 7,03 juta. Jumlah yang masih cukup tinggi.

"Yang ingin saya sampaikan, pilihan isu dan cara gerakan serikat buruh/pekerja harus mewakili mayoritas persoalan ketenagakerjaan. Agar mendapatkan dukungan dan apresiasi dari pekerja di seluruh Indonesia," harap Djoko.

Apalagi, lanjutnya, imej yang tercipta di masyarakat terhadap kalangan buruh sangat terkait dengan apa yang dilakukan serikat pekerja.

"Salah satu parameternya adalah angka-angka tersebut di atas," tambahnya.

Padahal, ada perayaan May Day yang berbeda selain menggelar demo. Seperti dilakukan FSPPG dari tahun 2009 sampai sekarang yakni memperingati dengan beragam aktivitas yang bermanfaat. Termasuk kegiatan May Day yang digagas sejumlah serikat pekerja/serikat buruh dengan menggelar Festival May Day is a Happy Day yang rencananya akan digelar di Senayan, Jakarta.

"Bagi kami untuk memberikan pilihan dalam memperingati May Day tentu sangat baik. Sepanjang tidak menghilangkan isu atau persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi bangsa Indonesia," jelas Djoko.

Menurutnya, dengan mengubah kebiasaan May Day dari aksi demo menjadi kegiatan positif tidak akan menghilangkan ruh kalangan buruh dalam memperjuangkan tingkat kesejahteraan.

"Saya rasa, demo adalah salah satu pilihan kendaraan dalam menyuarakan persoalan ketenagakerjaan. Kita juga bisa menyuarakan isu ketenagakerjaan melalui kendaraan lain," ujar Djoko.

Misalnya, tema May Day sangat penting menyampaikan gagasan, isu atau ide terhadap ketenagakerjaan. Tentunya, hal itu dilakukan setelah ada kajian di semua aspek terkait efektivitasnya. Dalam situasi perpolitikan di Indonesia yang sangat pragmatis dan transaksional, gerakan buruh rentan terhadap susupan dan intervensi parpol.

Di FSPPG, tema May Day untuk tahun ini adalah 'May Day is Compliance Day'. Tujuannya mengingatkan stakeholder ketenagakerjaan agar patuh dan taat terhadap regulasi yang telah dibuat dan disepakati.

Djoko menambahkan, persoalan muncul karena adanya pengingkaran kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya tentang UMP, kepesertaan BPJS, KWT, outsourching, dan banyak lagi.

"Karena itulah kami mendukung kegiatan apapun yang mempunyai manfaat bagi pekerja Indonesia," terangnya.

Bahkan, FSPPG menyambut May Day dari 9 April sampai 1 Mei dengan berbagai kegiatan. Antara lain Porseni FSPPG dengan mempertandingkan voli, futsal, tenis meja, dan bulu tangkis. Kemudian donor darah, beasiswa, Mudik Nyaman 2 FSPPG, lomba memancing, buruh mengaji, memasak, fun bike, games anak karyawan, dan lain-lain.

"Semua atas biaya serikat pekerja," pungkas Djoko. [wah] 

BPJS-TK BERKOMITMEN TINGKATKAN KAPASITAS ORGANISASI

London (ANTARA News) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan mempunyai komitmen kuat meningkatkan kapasitas organisasi, terutama "human capital" dalam upaya merespon lingkungan yang selalu berubah, kata Direktur Umum dan SDM BPJS-TK Naufal Mahfudz.

"Untuk itu, kami membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menjalankan aktivitas perusahaan ini," kata Naufal Mahfudz yang menjadi pimpinan delegasi BPJS Ketenagakerjaan dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ISSA, Hans-Hornst Konkolewsky di Kantor Pusat International Social Security Association (ISSA) di Geneva, Swiss, sebagaimana keterangan yang diterima Antara London, Selasa.

Delegasi yang terdiri dari para Kepala Kanwil dan Kepala Kacab BPJS Ketenagakerjaan yang berprestasi, melakukan kunjungan kerja keGeneva itu disambut Sekjen ISSA, Hans-Hornst Konkolewsky dan mendapatkan penjelasan materi langsung dari masing-masing Direktur teknis dari ISSA Head Office.

Menurut Naufal Mahfudz, dalam pertemuan itu delegasi Indonesia mempelajari empat modul di Center of Excellence ISSA Guidelines yaitu tentang perluasan kepesertaan, peningkatan iuran, kualitas layanan dan good governance.

Dikatakannya beberapa tantangan yang teridentifikasi dan menuntut respon yang cepat dan cermat antara lain "coverage" kepesertaan yang masih rendah, tuntutan pelayanan publik yang makin meningkat, dan teknologi digital yang membuat lingkungan industri berubah dengan cepat.

"Salah satu inisiatif menyiapkan respon terhadap perubahan tersebut adalah melalui studi banding dan senantiasa belajar dan dari waktu ke waktu," ujarnya.

Menurut Naufal, empat hal tersebut sangat penting sebagai landasan menuju keberhasilan melaksanakan mandat BPJS Ketenagakerjaan ke depan. "Saya memandang empat hal tersebut jika dilaksanakan dengan baik akan membawa kemajuan yang besar bagi BPJS ketenagakerjaan," ujarnya.

Salah satu indikator keberhasilan jaminan sosial adalah cakupan yang tinggi, layanan yang memuaskan, pengelolaan yang baik dan mendapat kepercayaan dari publik, ujar Naufal yang sebelumnya menjabat Direktur SDM dan Umum LKBN Antara.

Editor: Ruslan Burhani