Sastra

TERIMA KASIH PANASONIC GOBEL

Penulis : Irenne Suhandy

Pagi hari yang cerah di hari Jumat, 17 November 2017,  tidak ada kebisingan suara Mama yang sibuk membangungkan Papa untuk segera berangkat ke kantor. Tercium udara pagi yang bercampur dengan aneka masakan Mama menyemangatiku untuk segera menjejakan kaki dan memulai hari yang indah tentu dengan Mama dan Papa serta adik kecilku. Aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana, Mama Papa bekerja dari pagi sampai larut malam untuk mencukupi segala kebutuhan keluargaku. Bersyukur dan berterima kasih hari ini Papa, Mama, Aku dan Adik diberikan kesempatan untuk pergi ke Taman Safari Indonesia (TSI) GRATIS. Momen yang jarang dikecap keluargaku karena biayanya tidak sedikit.

 

Hari ini menjadi hari spesial buat kami, karena Aku, Adik serta Mama dan Papa, bisa ikut serta dalam Family’s Day Out berekreasi bersama ratusan peserta keluarga besar Panasonic GOBEL lainnya. Ini adalah kali pertama Adikku menginjakan kaki ke kebun binatang TSI, karena 5 tahun lalu, akupun pernah kesana GRATIS bersama keluarga besar Panasonic GOBEL di momen yang sama Family Gathering. Sekilas bercerita mengenai Adikku, adik istimewa ku yang terlahir istimewa dengan celah diantara bibir, gusi dan langit-langit mulutnya. Kalau bisa aku memilih tentunya aku tidak akan pernah menginkan kondisi adikku yang terlahir berbeda dengan yang lain. Tidak bisa menelan dengan baik, sering tersedak, sampai-sampai membiru karena air susu masuk ke dalam paru-paru karena air susu masuk ke dalam paru-parunya. Tapi Aku yakin adikku akan menjadi temanku yang hebat karena cengkraman tangannya kuat luar biasa. Betul saja, sekarang di usianya yang ketiga, adikku tumbuh menjadi adik yang mandiri, pemberani dan hebat, dan tentu dengan sedikit tanda kecil di atas bibirnya.

 

Mamaku adalah Mama yang bekerja, ia bekerja di Panasonic GOBEL sudah hampir 9 tahun lamanya. Setiap hari Mamaku berangkat bekerja pagi hari dan kembali malam hari, semua dijalankannya dengan hati gembira. Mamaku sering berkata, apapun cita-citamu, gantungkanlah setinggi langit, lakukan segala sesuatu dengan hati, niscaya Tuhan memudahkan langkahmu. Di masa mendatang, pastinya kehidupan akan lebih berat, maka lakukan yang terbaik dengan penuh iman. Demikian pula Papaku, Papa yang bekerja dan penyabar yang selalu mendukung kegiatan Mama, Aku dan Adikku.

 

Aku berusia 7 tahun, murid kelas II SD Swasta di daerah Jakarta Timur, Aku suka belajar dan bermain, dan kumulai ceritaku atas pengalamanku sepanjang hari ini di sini. J

 

Wanginya kopi sudah tercium hidungku, kopi yang sengaja dibuat untuk menyegarkan mata Papa Mamaku, namun sering kali kuminta juga. Dengan sigap Papa Mama mengajak kami untuk segera berangkat menuju Taman Safari karena sudah pk.06.00. Kami mengenakan baju kaos berwarna biru, dan masih diberikan sangu uang transport dua ratus ribu Rupiah dan diberikan satu payung untuk melawan rintik hujan. “Mah, jangan lupa ya dibawa untuk tiket masuk, tiket kendaraan berikut konsumsinya. Dicek kembali agar tidak tertinggal,” begitu kata Papaku seraya mengingatkan Mama, dan dijawab Mama hanya dengan anggukan, dan Mama sibuk kembali berkemas.

 

Langit ternyata tidak secerah dugaanku, awan tebal melingkupi sepanjang perjalanan kami menuju TSI. Kubertanya pada Mamaku, “Apakah nanti gajah, kuda, jerapahnya tidak kehujanan ya Mah?” Mamaku tersenyum dan menjawab, “Mereka semua tetap bisa dilihat, tidak usah takut, karena kita akan langsung berjalan kedalam kandang mereka, mungkin mereka kehujanan, tapi tetap mereka bisa berdekatan dengan kita langsung, jadi sekarang kamu tidur dulu saja karena perjalanan masih panjang nak.”

 

Di awal perjalanan kami menuju TSI, sebelum kupejamkan mataku, Papa memberikan komentar kepada Mama atas betapa beruntungnya Mama dapat bekerja di Panasonic GOBEL, karena di saat kondisi yang saat ini semakin sulit, Panasonic GOBEL masih memberikan hak-hak yang terbaik bagi karyawan dan karyawati nya.  Namun masih belum bisa kumengerti terlalu dalam maksud perkataan Papa tersebut, cuma sempat tersebut bahwa Mama melahirkan Aku dan Adik ditanggung kantor, selebihnya sayup-sayup tak terdengar lagi, karena mataku sudah terpejam dan terlelap dalam tidur.

 

Sampai tiba-tiba terdengar suara Mama membuka pintu kendaraan dan terdengar pula suara orang lain di luar kendaraan menanyakan kepada Mama, “Hai Mba, Selamat Pagi, bagaimana perjalanannya? Berapa orang ya konsumsinya?”, Mama ku tersenyum dan menjawab dengan ramah sapaan orang tersebut dengan seraya berkata, “Pagi Pak, Puji Tuhan lancar perjalanannya, kami berempat, mohon dapat diberikan konsumsinya.”. Dan dengan sigap Bapak itu memberikan 4 Box konsumsi untuk kami sekeluarga, dan didalam 1 box konsumsi tersebut ada lontong, pastel, long john cheese, long john chocolate, bika ambon, dan croissant ayam plus minuman pilihan kami. Luar biasa sekali konsumsinya, banyak, enak dan mengenyangkan, sampai bisa membawa oleh-oleh buat keluarga besar karena kami hanya makan 2 box untuk pagi sampai malam hari. Aku makin tidak sabar untuk segera tiba di TSI untuk dapat segera melihat binatang-binatang lucu kesukaanku, seperti gajah, rusa, zebra, dan masih banyak lainnya, hanya sayang belum bisa melihat binatang panda karena masih dikarantina.

 

Tidak lama kemudian sampailah kami di Taman Safari Indonesia. Pertama kami melihat sepanjang perjalanan kami, di kiri dan kanan kami terdapat umbul-umbul Family’s Day Out Panasonic GOBEL, kuberseru kepada Mama “Kebun binatangnya di pesan untuk Panasonic GOBEL semua ya Ma?”, Mamaku tidak menjawab hanya tertawa karena kepolosanku, namun karena aku bertanya lagi dan lagi, akhirnya Mama menjawab, “Kebun Binatang nya dipesan Panasonic GOBEL tapi pengunjung lain masih bisa masuk, Nak… Hanya saja, pengunjungnya mayoritas Karyawan dan Keluarga Panasonic GOBEL, coba perhatikan baju pengunjungnya saja ya, kalau sama berarti itu teman-teman Mama.”

 

Di pintu masuk TSI, kami diinformasikan bahwa karcis kami berlaku terusan, jadi selain bisa melihat beraneka satwa dan fauna di TSI, kami juga bisa bermain diseluruh arena permainan yang ada di TSI, kecuali ada sedikit sekali yang berbayar. “ASSSIIKK! Wowww… memang ada permainan apa saja Mah di TSI?” seruku, seakan mengajak kami semua untuk segera memulai keseruan kami hari ini.

 

Adikku yang lucu baru terbangun dari tidurnya, dan saat itu pula aku langsung mengatakan padanya kalau kami semua sudah di kebun binatang. Senyum manisnya tersibak dari bibirnya yang spesial. Berkat bantuan Panasonic GOBEL, senyum adikku sekarang sama seperti aku, dan anak-anak lainnya. Tidak pernah ada yang bertanya kepada adikku bagaimana kondisi lahirnya. Operasi telah dilakukan dua kali dan keduanya didukung dan dibiayai Panasonic GOBEL “Ayo Adik, mari kita bermain dengan binatang!”

 

Gerbang pertama dibuka dan kami disambut dengan burung-burung flamingo, mereka bersayap dan berparuh panjang, bermata besar seperti kelereng, namun tidak bisa terbang. Saat kami kesana, mereka sedang mandi dan makan bersama-sama, menggemaskan sekali.

 

Aku tidak terlalu tertarik untuk membuka kaca kendaraan terlalu lebar, karena aku memang agak takut dengan binatang, dan itu berbeda dengan adikku. Jadi setiap ada binatang yang mendekat, adikku akan berusaha menggapai binatang-binatang itu, sementara aku akan secepatnya berusaha untuk menjauhi mereka. Bukan karena aku tidak suka mereka, tapi aku takut mau tanganku sampai terkena air liur mereka. JJ

 

Ternyata sewaktu aku dan adik tertidur, Mama Papaku sempat membeli wortel yang cukup banyak untuk memberi makan binatang. Mungkin karena binatang-binantang itu telah terbiasa diberi makan pengunjung, maka mereka tidak sungkan untuk mendekati kaca jendela kendaraan, menunggu pengunjung memberikan makanan kepada mereka.

 

Adik ku dengan cepat mengulurkan wortel-wortel itu pada binatang-binatang yang kami lewati, dari rusa, menjangan, ilama, kuda, unta, dan masih banyak lainnya, seru sekali memang kelihatannya, bahkan tidak jarang, tangan adikku hampir digigit binatang-binatang itu, dan hal itu sangat menggelikan bagiku. Adik pemberaniku bahkan marah kepada Papa jika dia belum puas memberi makan binatang, sementara Papa melaju dengan cepat ke kandang binatang lain. Lucu sekali.

 

Binatang-binatang di TSI sudah jinak sekali dan biasa bercengkrama dengan manusia, maka tidak heran apabila mereka tidak takut saat kendaraan-kendaraan melalui mereka. Sekali waktu ada kerumunan Bison besar berwarna coklat kehitaman dengan tanduk besar berjalan ke arah kendaraan kami, Papa sampai menahan nafas karena takut tanduk-tanduk itu mengenai kendaraan kami, mobil sudah dihentikan menunggu mereka berlalu, satu persatu Bison itu melalui kami, namun Bison terakhir mengenai kendaraan kami cukup keras. Dan Papa pasrah serta berujar, “Semoga kendaraanya tidak penyok ya Dek.”, sambil berkata lirih kepada Adikku.

 

Hewan yang sangat membuat Adikku tertarik adalah rusa, karena dia bisa berlama-lama memberikan banyak wortel kepada kerumunan rusa tanpa takut ditanduk, dan badannya pun kecil. Sepanjang di Kebun Binatang, Adikku yang mulai belajar berhitung, menghitung jumlah monyet, harimau, dan gajah. Jadi selain bermain, kami juga belajar bersama. Menyenangkan sekali.

 

Beberapa gerbang terlewati, tidak terasa kami telah melewati Gerbang terakhir. Adikku masih mau bermain dengan binatang-binatang lagi padahal,  karena sisa wortel kami masih banyak. Tiba kami ke di parkiran disambut dengan hujan gerimis, langsung kami menepikan kendaraaan dan bersiap menuju lokasi acara berkumpulnya karyawan Panasonic GOBEL.

 

Seturunnya kami di sana, kami langsung bercengkrama dengan teman-teman Mama yang semuanya memakai seragam Biru seperti kami, dan mengenakan payung yang sama sambil berusaha berteduh. Mama mengenalkan kami dengan teman-teman Mama dan keluarganya. Seru sekali. Teman Mama ternyata banyak sekali ya, tidak hanya dari PT Panasonic Gobel Indoensia, tapi juga PT Gobel Dharma Nusantara dan PT Gobel International. Sambil menunggu hujan reda, Mama mengajak kami untuk sejenak mampir ke Baby Zoo, kebun binatang kecil TSI untuk melihat-lihat binatang kecil disana dan berfoto dengan kuda little ponny dan zebra untuk dokumentasi kami.

 

Adikku sempat merajuk saat melihat arena permainan yang tersedia di sana, dari bombomcar, kuda berputar, dan berbagai arena permainan lainnya disana. Akhirnya walaupun sudah dihimbau untuk berkumpul di Balairung Safari, Teater, dan sambil menunggu waktu pk.13.00 kami masih menyempatkan diri untuk masuk ke Rumah Hantu, Perahu Air, pesawat terbang mini dan terakhir rumah bola. Seru sekali.

 

Tidak kalah seru disaat kami dengan bergegas masuk ke  dalam Teater, Teater khusus untuk Pimpinan, Karyawan dan keluarga Panasonic GOBEL, langsung kuberseru ke Mamaku, “WOW, Teman Mama BANYAK ya!”, Mamaku Cuma bisa tertawa dan membelai rambutku.

 

Kami disajikan dengan penampilan Akrobatik yang baru pertama kalinya aku tonton secara langsung, walaupun sambil tutup mata karena takut saat harus meliuk-liukan badan seperti itu. Bolak-balik Mamaku bilang kepada kami bahwa pertunjukan yang ditampilkan memerlukan latihan lama dan tidak sembarangan orang bisa melakukan itu hanya yang memilki keahlian khusus saja. “DON’T TRY THIS AT HOME ya Nak!”, demikian seru Mamaku.

 

Dari Akrobat, tiba-tiba ada sepasang badut yang sangat kocak yang sangat menghibur kami, Bos Mama pun turut serta memeriahkan acara tersebut, bangga punya Pimpinan yang mau merakyat bahkan ikut menghibur kami semua. Beliau juga menyemangati karyawannya agar lebih semangat bekerja agar lebih efektif memajukan Perusahaan sehingga Perusahaan Berkembang, karyawan senang, keluarga pun senang karena hasilnya dirasakan bersama.

 

Rangkaian Acara Family’s Day Out Panasonic GOBEL ditutup dengan penampilan Armada, seluruh karyawan dan keluarganya semuanya ikut dalam berjoget dan bernyanyi bersama, tidak ada atasan dan bawahan, semua berbaur dengan baik, tidak terlihat muka-muka sedih dan marah, yang ada hanya senyum dan tawa bahagia semuanya. Semoga masih diberikan kesempatan untuk mengecap acara family gathering Panasonic GOBEL lagi di tahun-tahun yang mendatang.

 

Family Gathering tahun ini merupakan perwujudan isi Perjanjian Kerja Bersama 2016-2018 PT Panasonic Gobel Indonesia, Pasal 36 Mengenai Olahraga, Kesenian dan Rekreasi, Butir Ketiga Dengan mempertimbangkan kondisi Perusahaan pada saat itu, Pengusaha memberikan kesempatan rekreasi secara berombongan sekali setahun bagi Karyawan beserta 1 (satu) orang istri atau suami dan maksimal 3 (tiga) orang banyak.

 

Dengan adanya PKB tersebut, Mama yakin ada hubungan yang terjalin baik antara Perusahaan- Serikat Pekerja Penjualan dan Servis -Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL  (SPPS – FSPPG) seperti yang sudah Mama rasakan selama 9 tahun Mama bekerja di PT Panasonic Gobel Indonesia.

 

Masukan dan saran dari Mama untuk mendukung terciptanya hubungan komunikasi 2 arah antara anggota & SPPS. Mungkin SPPS bisa mengadakan suatau media komunikasi sosialisasi (blast email) berupa informasi-informasi yang ter update misalnya mengenai peraturan undang-undang ketenagakerjaan, informasi analisa perkembangan ketenagakerjaan SPPS terhadap perusahaan, maupun perencanaan visi dan misi SPPS setiap periodenya. Setelah disosialisasikan SPPS dapat membuat sebuah Quiz – berhadiah per periode dari informasi-informasi yang telah disosialisasikan dengan tujuan menyegarkan kembali setiap anggotanya.     

Lebih jauh Mama pun bercerita bahwa tahun ini setiap Karyawan-karyawati PT PGI semua tidak hanya mendapatkan kesempatan berekreasi, namun masih mendapatkan doorprize produk-produk elektronik yang beragam dari mulai setrika, rice cooker, mesin cuci,  kulkas sampai TV 50”. Dan rezeki kami untuk tahun ini, Emergency Lamp, namun tahun-tahun lalu kami mendapatkan Kulkas, TV, AC,  kamera pun pernah. Sujut syukur, semua barang di rumah kami merk PANASONIC, selain membeli kami juga mendapatkan doorprize dari kegiatan-kegiatan perusahaan. Bangga menjadi warga Panasonic GOBEL dan menggunakan seluruh barang PANASONIC.

Kami sekeluarga bersyukur dan berterima kasih masih diberikan kesempatan untuk menjadi keluarga besar Panasonic GOBEL tercinta, dimana Mama bisa berkarya dan membaktikan dirinya pada Perusahaan tercinta.

 

Aku berdoa semoga Panasonic GOBEL makin jaya di Negara Indonesia, menjadi Perusahaan yang sesuai visi misinya Berbakti Pada Negara Melalui Industri secara jujur dan adil yang bekerja sama secara selaras untuk perbaikan yang menyesuaikan dengan kemajuan zaman. MAJU TERUS PANASONIC GOBEL!

 

Aku,

Kenneth Berthrand Katoroy

Ditulis bersama Mama Irenne

November 2017