Berita

KABAR GEMBIRA, MULAI SEPTEMBER 2015 TKI DI TAIWAN NAIK GAJI 7,3 PERSEN

KBRI DAN POLISI ARAB SAUDI BEBASKAN 39 TKW ILEGAL

Rabu, 26 Agustus 2015 | 04:20 WIB

KOMPAS.com - Penggeledahan gabungan antara KBRI Riyadh dan aparat Kepolisian Arab Saudi berhasil membebaskan 39 tenaga kerja wanita (TKW) yang diperkerjakan secara ilegal di negara itu.

Operasi penggeledahan gabungan ini merupakan pertama kali dilakukan, kata Kepala Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Riyadh, Ahrul Tsani Fathurrahman, kepada ANTARA Kairo, Rabu (26/8/2015).

Sebanyak 39 TKW ilegal itu ditampung dalam satu ruangan oleh pasangan pasangan Ali dan Basmah, dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga secara harian kepada majikan-majikan setempat. Pasangan Ali dan Basmah telah ditahan oleh pihak Kepolisian, katanya.

Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh yang dipimpin Sekretaris Ketiga Chairil Anhar Siregar mengungkapkan, mereka bukan TKW yang disalurkan lewat jalur resmi.

"Mereka didatangkan dari Indonesia untuk bekerja di Bahrain. Kemudian dipindah ke Arab Saudi untuk dipekerjakan dengan sistem sewa secara harian, bulanan atau tahunan," tutur Chairil.

Awal terungkapnya kasus itu dimulai dari laporan yang diterima KBRI Riyadh, mengenai informasi adanya beberapa TKW yang ditampung secara ilegal. Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, KBRI bekerja sama dengan Kepolisian setempat untuk melancarkan penggeledahan.

Untuk mematangkan misi penyelamatan, Tim Perlindungan WNI KBRI Riyadh telah melakukan serangkaian aksi, mulai dari menjalin komunikasi dengan beberapa orang di antara 39 TKW tersebut dan berkoordinasi dengan pihak berwenang serta bersinergi dengan masyarakat Indonesia di sekitar area penampungan gelap.

"Mereka bukan TKW biasa. Mereka didatangkan dari Indonesia untuk bekerja di Bahrain namun dipindah ke Arab Saudi untuk dipekerjakan dengan sistem sewa secara harian, bulanan atau tahunan," ujarnya.

Chairil menjelaskan, sistem sewanya juga benar-benar bikin geleng-geleng kepala. Untuk seorang TKW yang bekerja selama delapan jam sehari, pasangan Ali dan Basmah menerima 250 reyal per hari,dan mereka masing-masing digaji antara 1.000-1.500 riyal per bulan. Padahal TKW yang terhitung baru biasanya hanya digaji 800 riyal per bulan.

Saat ini, para TKW itu ditampung di Ruhama, penampungan sementara yang dikelola KBRI Riyadh, sambil menunggu proses lebih lanjut penyelesaian kasus mereka.

Editor : Bayu Galih
Sumber : Antaranews.com
 

228 TKI di Seluruh Dunia Menunggu Eksekusi Mati

BANGKALAN, KOMPAS.com — Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Moh Iqbal mengatakan, sebanyak 228 TKI di seluruh Indonesia yang bekerja di berbagai negara di dunia kini menunggu eksekusi mati karena terlibat kasus kriminal.

"Dari jumlah itu, sebanyak 37 orang TKI di antaranya adalah TKI yang berada di Arab Saudi," katanya saat berkunjung ke rumah keluarga TKI Siti Zaenab di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Rabu (15/4/2015).

Ia menjelaskan, semula, jumlah TKI di Arab Saudi yang akan dieksekusi mati sebanyak 38 orang. Namun, karena satu di antaranya telah dilaksanakan, yakni TKI Siti Zaenab, maka kini tinggal 37 orang.

Saat ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya membebaskan para TKI yang terancam hukuman mati tersebut, baik yang ada di Arab Saudi, maupun di sejumlah negara lain.

Read more...

News SPPG

SEMINAR BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA 2017-11-03 - Cikarang Barat - Untuk mencegah terjadinya penyeba...
PELATIHAN SERVIS AC SPPGESMID 2017-10-25 - Pasuruan - Serikat Pekerja Panasonic Gobel Eco Sol...
DISKUSI PERSELISIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL 2017-10-25 - Jakarta - Pada hari kamis 12 Okober 2017, Trade Un...
PELATIHAN KALENDER KERJA 2018 2017-10-25 - Jakarta - Setiap menjelang perundingan Kalender Ke...