Sastra

GADIS PENJUAL BUNGA KUBURAN

Lebaran pertama ini aku berziarah ke kuburan Mamakku. Aku pergi bersama istriku, serta kedua adik perempuanku. Aku teringat peristiwa dua tahun yang lalu.
“razak, sekali-kali kau ziarahi kubur mamakmu” suruh ayah kepadaku.
“Nantilah yah, aku tak sempat, kerjaanku banyak” alasanku sambil mengetik pekerjaan kantor yang ku bawa pulang.
Setelah mendengar penjelasanku, ayahpun berlalu kembali ke ruang TV. Disana sudah ada kedua adikku dan ibu tiriku yang sedang menikmati acara TV. Ayah menikah lagi setelah mamak meninggal dunia 1 tahun yang lalu. Sebelum menikah Ayah sangat rajin ke kuburan Mamak. Namun setelah menikah 3 bulan yang lalu, Ayah tidak pernah ziarah ke makam Mamak lagi. Apa mungkin karena sudah menikah lagi dan mengurus istri barunya atau karena menjaga perasaan istri barunya saja. Entahlah! Tapi sudah beberapa hari ini Ayah memintaku untuk berziarah ke makam Mamak. Selama ini aku belu pernah lagi ke makam Mamak, mungkin karena aku terlalu sibuk mengurus pekerjaanku. Aku baru dua kali saja ke makam Mamakku. Pertama saat pemakamannya, kedua kali saat mengurus pembayaran penjaga kuburan yang menambahkan tanah diatas kuburan Mamak yang tanahnya turun.
Suatu hari aku lewat perkuburan dimana Mamakku dikuburkan. Sebenarnya tidak ada niat untuk lewat diarea itu. Berhubung jalan yang seharusnya aku lewati macet sekali dan ditutup karena ada mobil terbakar, sedangkan aku ada perlu dengan klienku.
Tiba-tiba aku ingin singgah ke kuburan ibuku. Aku membelokkan mobilku dan memakirkan didepan penjual bunga kuburan. Keluar dari mobil langsung disambut seorang gadis penjual bunga kuburan. Sejak saat itu, setiap hari aku mampir dan berziarah ke kuburan Mamakku.

Read more...