Artikel

HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT ISLAM

Pengalaman Rasulullah sebagai pekerja dan pengusaha membuat posisi pemberi kerja dan pekerja diatur dengan jelas dalam Islam. Rasulullah membuat aturan-aturan yang menguntungkan kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Rasulullah mengingatkan pemberi kerja dengan hadistnya dari Abdillah bin Umar, Rasulullah Saw. Bersabda: “Berikanlah upah orang upahan sebelum kering keringatnya“. (HR.Ibnu Majah dan Imam Thabrani).

Rasulullah juga mengingatkan kepada pekerja untuk sungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya “Dalam sebuah hadits Rasul saw bersabda: Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah” (Hadits Riwayat Ahmad & Ibnu Asakir).

Bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh merupakan kewajiban pekerja atas upahnya dan kewajiban pemberi kerja memberikan upah pekerja atas hasil kerja yang diperoleh dari pekerjanya. Islam tidak hanya mengatur mengenai upah saja namun mengatur segala hal yang menyangkut hubungan industrial. Semoga dengan melaksanakan hubungan industrial berdasarkan Islam dapat mengurangi kesenjangan sosial antara pemberi kerja dan pekerja.

Jakarta, 08 Februari 2015

(FR)